Serangga yang sangat langka telah ditemukan peneliti pada bukit batu curam di Samudra Pasifik. Para peneliti belum mengetahui, bagaimana serangga berjuluk 'lobster pohon' itu bisa sampai di sana.
Lobster pohon (Dryococelus australis) sempat dikira sudah punah karena tidak pernah terlihat lagi di Pulau Lord Howe, Samudra Pasifik, sejak 1920. Namun ternyata, saat dua peneliti Australia meneliti bukit batu curam di pulau tersebut, mereka menemukan satu koloni lobster pohon.
Bukit batu yang dinamakan Ball's Pyramid memiliki ketinggian sekitar 549 meter. Bukit batu itu sangatlah curam. Makanan serangga langka di sana, dan kondisi lingkungan juga tidak bersahabat. Meski begitu, para peneliti menemukan 24 ekor lobster pohon hidup di sebuah pohon yang tumbuh di bukit batu tersebut. Empat ekor lobster pohon sudah diambil dari lokasi itu untuk dikembangbiakan, demi kelestarian spesiesnya. Dari keempat hewan itu, hanya dua yang bertahan hidup dan sekarang sedang dalam proses pengembangbiakan di Kebun Binatang Melbourne.(berani)
Lobster pohon (Dryococelus australis) sempat dikira sudah punah karena tidak pernah terlihat lagi di Pulau Lord Howe, Samudra Pasifik, sejak 1920. Namun ternyata, saat dua peneliti Australia meneliti bukit batu curam di pulau tersebut, mereka menemukan satu koloni lobster pohon.
Bukit batu yang dinamakan Ball's Pyramid memiliki ketinggian sekitar 549 meter. Bukit batu itu sangatlah curam. Makanan serangga langka di sana, dan kondisi lingkungan juga tidak bersahabat. Meski begitu, para peneliti menemukan 24 ekor lobster pohon hidup di sebuah pohon yang tumbuh di bukit batu tersebut. Empat ekor lobster pohon sudah diambil dari lokasi itu untuk dikembangbiakan, demi kelestarian spesiesnya. Dari keempat hewan itu, hanya dua yang bertahan hidup dan sekarang sedang dalam proses pengembangbiakan di Kebun Binatang Melbourne.(berani)






0 komentar:
Posting Komentar